
Ketika sebuah pulse oximeter digunakan di rumah sakit atau fasilitas kesehatan, alat tersebut harus mampu memberikan pembacaan yang sesuai dengan kondisi yang disimulasikan.
Namun, bagaimana cara teknisi memastikan bahwa pulse oximeter tersebut bekerja dengan baik?
Di sinilah SpO₂ Simulator seperti OX-2 OxSim Flex® dari Pronk Technologies digunakan.
Secara sederhana, OX-2 adalah alat yang digunakan untuk mensimulasikan kondisi pembacaan SpO₂ dan denyut nadi, kemudian melihat apakah pulse oximeter dapat membaca kondisi tersebut dengan benar.
Apa itu SpO₂ Simulator?
Sebelum memahami produknya, kita perlu mengenal istilah SpO₂.
SpO₂ adalah perkiraan tingkat saturasi oksigen dalam darah yang ditampilkan oleh pulse oximeter. Pulse oximeter biasanya dipasang pada jari dan menampilkan informasi seperti:
- Saturasi oksigen (%SpO₂)
- Denyut nadi (bpm)
- Pada perangkat tertentu, informasi tambahan seperti perfusion index
Masalahnya, teknisi tidak bisa selalu mengandalkan manusia sebagai “pasien uji” untuk melakukan pengujian alat.
Karena itu digunakan simulator.
SpO₂ Simulator menghasilkan kondisi sinyal yang menyerupai kondisi yang dibutuhkan pulse oximeter untuk melakukan pembacaan. Teknisi kemudian dapat melihat apakah perangkat yang diuji memberikan hasil sesuai dengan nilai simulasi.
Dengan kata lain:
SpO₂ Simulator = alat bantu untuk menguji apakah pulse oximeter membaca kondisi yang disimulasikan dengan benar.
Apa itu OX-2 OxSim Flex?
OX-2 OxSim Flex® merupakan optical SpO₂ pulse oximeter simulator dari Pronk Technologies.
Produk ini dirancang untuk memberikan kontrol terhadap beberapa parameter simulasi, terutama:
- Saturasi oksigen
- Pulse rate / denyut nadi
- Perfusion Index
Salah satu keunggulannya adalah parameter tersebut dapat diatur secara fleksibel sehingga teknisi dapat membuat berbagai skenario pengujian.
Perangkat ini juga memiliki fitur automatic detection of SpO₂ manufacturer, sehingga simulator dapat mendeteksi produsen pulse oximeter yang sedang diuji.
Mengapa alat seperti ini dibutuhkan?
Bayangkan sebuah rumah sakit memiliki banyak pulse oximeter yang digunakan setiap hari.
Seiring waktu, perangkat dapat mengalami:
- Pemakaian berulang
- Kerusakan atau keausan sensor
- Gangguan elektronik
- Perubahan performa
- Masalah pembacaan
- Kebutuhan pemeriksaan berkala
Teknisi biomedical engineering perlu memastikan perangkat tersebut tetap berfungsi sebagaimana mestinya.
Daripada hanya melihat apakah layar pulse oximeter menyala, teknisi membutuhkan cara yang lebih terkontrol untuk melakukan pengujian.
OX-2 membantu menyediakan kondisi simulasi yang dapat diatur, sehingga teknisi dapat melakukan pengujian secara lebih terstruktur.
Bagaimana cara kerjanya?
Secara sederhana, prosesnya dapat digambarkan seperti ini:
OX-2 membuat simulasi → sensor pulse oximeter ditempelkan → pulse oximeter membaca simulasi → teknisi membandingkan hasilnya.
Misalnya, teknisi dapat mengatur simulator pada kondisi tertentu, kemudian memasang sensor pulse oximeter pada simulator.
OX-2 dapat mensimulasikan nilai saturasi dari 10% hingga 100%, dengan kenaikan 1%.
Pulse rate juga dapat diatur dari 25 hingga 240 BPM, dengan kenaikan 1 BPM.
Selain itu, perfusion index dapat diatur dalam rentang 10% hingga 100%, juga dengan kenaikan 1%.
Hal ini memberikan fleksibilitas bagi teknisi untuk membuat berbagai skenario pengujian.
Contoh sederhana pengujian
Misalnya teknisi ingin menguji respons pulse oximeter pada simulasi:
SpO₂: 98%
Pulse Rate: 80 BPM
Teknisi mengatur nilai tersebut pada OX-2, kemudian memasang sensor pulse oximeter pada simulator.
Jika pulse oximeter menunjukkan pembacaan yang sesuai dengan kondisi simulasi, teknisi mendapatkan informasi penting mengenai performa perangkat tersebut.
Pengujian dapat dilakukan kembali dengan kondisi berbeda.
Contohnya:
SpO₂: 85% — Pulse Rate: 80 BPM
atau
SpO₂: 98% — Pulse Rate: 140 BPM
Dengan cara ini, teknisi tidak hanya menguji satu kondisi.
Tidak hanya pengujian SpO₂
Salah satu hal penting dari OX-2 adalah kemampuannya mengontrol beberapa parameter simulasi.
1. Saturation
Nilai saturasi dapat diatur dari 10–100% dalam increment 1%.
Artinya, teknisi memiliki kontrol yang cukup detail terhadap kondisi simulasi.
2. Pulse Rate
Pulse rate dapat diatur dari 25–240 BPM dalam increment 1 BPM.
Ini memungkinkan teknisi melakukan pengujian pada berbagai kondisi denyut nadi.
3. Perfusion Index
Perfusion Index juga dapat disesuaikan dalam increment 1%.
Parameter ini membantu memberikan variasi kondisi sinyal yang diterima oleh pulse oximeter.
Sudah tersedia preset pengujian
Teknisi tidak selalu harus membuat simulasi dari awal.
OX-2 memiliki beberapa factory preset, antara lain:
- 85% SpO₂ / 80 BPM
- 95% SpO₂ / 40 BPM
- 98% SpO₂ / 80 BPM
- 98% SpO₂ / 140 BPM
- 99% SpO₂ / 80 BPM
Dengan adanya preset tersebut, pengujian tertentu dapat dilakukan lebih cepat.
Selain preset bawaan, pengguna juga dapat membuat custom preset simulations untuk kebutuhan pengujian tertentu.
Bisa digunakan untuk pengujian alarm
Fitur preset juga dapat membantu teknisi melakukan alarm testing.
Sebagai contoh, teknisi dapat membuat kondisi simulasi tertentu untuk melihat bagaimana perangkat yang diuji merespons ketika nilai yang disimulasikan berada pada kondisi yang memicu alarm.
Dengan demikian, pengujian tidak hanya melihat angka yang muncul pada layar, tetapi juga dapat membantu mengevaluasi respons perangkat terhadap kondisi tertentu.
Ringkas dan mudah dibawa
Salah satu karakteristik OX-2 adalah ukurannya yang ringkas.
Berat perangkat hanya sekitar 0,14 kg atau 5 oz, tidak termasuk baterai. Perangkat juga menggunakan baterai dan memiliki waktu operasi minimum sekitar 10 jam.
Hal ini membuatnya praktis untuk teknisi biomedical yang harus berpindah dari satu ruangan atau fasilitas ke fasilitas lainnya.
Perangkat juga menggunakan housing berbahan polycarbonate dan menurut informasi Pronk telah melalui pengujian jatuh 65 kali dari ketinggian 3 kaki atau sekitar 1 meter tanpa mengalami kegagalan pada pengujian tersebut.
Bagaimana dengan konektivitas?
OX-2 tersedia dalam dua pilihan utama:
STANDARD OxSim Flex
Versi standard berfokus pada pengoperasian langsung melalui perangkat simulator.
Fitur utamanya mencakup kontrol simulasi, OLED color display, automatic manufacturer detection, preset simulation dan berbagai pengaturan SpO₂, pulse rate, serta perfusion index.
MOBILIZE OxSim Flex
Versi Mobilize menambahkan konektivitas wireless dengan aplikasi Pronk Mobilize.
Dengan sistem ini, pengguna dapat mengontrol simulasi melalui perangkat pintar dan melakukan pengujian dengan workflow yang lebih terdokumentasi.
Pronk menyebutkan bahwa aplikasi Mobilize dapat menyimpan hingga 1.000 detailed test records, menyediakan barcode scanner, pencatatan hasil Pass/Fail, serta kemampuan membuat dan mengekspor laporan.
Siapa yang membutuhkan OX-2?
Produk seperti OX-2 terutama relevan bagi pihak yang melakukan pengujian, pemeliharaan, dan pengelolaan peralatan medis.
Contohnya:
Teknisi Biomedical Engineering
Digunakan sebagai alat bantu untuk melakukan pemeriksaan performa pulse oximeter.
Rumah Sakit
Dapat digunakan dalam kegiatan maintenance dan pengujian perangkat pulse oximeter yang digunakan di berbagai unit.
Klinik dan fasilitas kesehatan
Membantu teknisi melakukan pemeriksaan terhadap perangkat yang digunakan dalam pelayanan kesehatan.
Medical Equipment Service
Perusahaan atau teknisi yang menangani servis dan maintenance peralatan medis dapat menggunakan simulator sebagai bagian dari peralatan pengujian.
Tim Maintenance Peralatan Medis
Terutama tim yang membutuhkan alat pengujian yang portable dan fleksibel untuk pekerjaan lapangan.
Apa keuntungan utamanya?
Jika disederhanakan, manfaat OX-2 dapat dirangkum menjadi lima poin:
1. Pengujian lebih terkontrol
Teknisi dapat menentukan nilai simulasi yang ingin diuji.
2. Fleksibel
SpO₂, pulse rate, dan perfusion index dapat diatur secara detail.
3. Portable
Dengan bobot sekitar 0,14 kg, perangkat mudah dibawa untuk pekerjaan lapangan.
4. Mendukung berbagai skenario
Preset dan custom simulation dapat digunakan untuk mempercepat proses pengujian.
5. Mendukung dokumentasi pengujian
Pada versi Mobilize, hasil pengujian dapat dikelola secara digital melalui aplikasi.
Kesimpulan
OX-2 OxSim Flex bukanlah pulse oximeter untuk mengukur pasien.
Produk ini adalah alat simulator/tester yang digunakan untuk membantu teknisi menguji performa pulse oximeter.
Dengan kemampuan mensimulasikan berbagai nilai SpO₂, pulse rate, dan perfusion index, teknisi dapat melakukan pengujian dalam kondisi yang lebih terkontrol.
Bagi rumah sakit, klinik, maupun tim biomedical engineering, perangkat seperti ini dapat menjadi bagian penting dari peralatan test & measurement untuk maintenance peralatan medis.
Singkatnya:
Pulse Oximeter mengukur.
OX-2 membantu menguji apakah pulse oximeter tersebut bekerja sebagaimana mestinya.
Catatan: OX-2 adalah alat pengujian/simulasi untuk peralatan medis, bukan alat diagnostik untuk mengukur kondisi kesehatan pasien.

